Posts filed under ‘CATATAN’

berkurang…

Hari ini jatahku hidup di dunia semakin berkurang
hingga 21 tahun lamanya.
tapi aku masih juga terpaku pada ketidakmengertianku tentang misteri kehidupan ini
sungguh..hari ini aku bingung, orang yang kuharapkan sebagai hadiah paling istimewa…ternyata sekarang entah kemana. sedihkah aku? entahlah.
Allah,aku bukanlah hamba-Mu yang taat, tapi jangan Engkau jadikan aku lemah hanya karena adam yang telah hilang. Allah, aku tahu Engkau sangat menyayangiku sehingga suatu saat Engkau pun akan mengizinkan aku dicintai oleh nya.

Mei 21, 2008 at 2:50 am Tinggalkan Komentar

sebuah harapan..

Adalah salah jika kau anggap aku bisa melupakanmu.

memang saat ini emosi masih merangkul hatimu. Aku tahu itu.

tapi aku juga tahu kalau Sang Maha Pembolak-Balik hatilah yang akan menentukan semuanya.

Kisah ini telah memberiku pelajaran tentang banyak hal.

Sebuah kesabaran, kesadaran, dan satu hal

sebuah kesetiaan.

Kesabaran yang dulu sulit kulakukan, kini akan ku coba

Kesetiaan yang sejak dulu memang menjadi arti di hatiku

kini akan semakin berarti.

Aku sepenuh sadar akan Maha Kasih Sayang-Nya.

Aku memang bukan hamba yang selalu taat pada-Nya.

Kebandelanku ini mungkin salah satu caraku mencintai-Nya.

Seperti orang lain kebanyakan, lumrah kalau aku merasa semakin dekat dengan-Nya.

Aku sudah bisa berikhtiar dengan tenang. Tak seperti awal ketika kau bongkar semuanya. Aku histeris bahkan berjerit dan bergulung layaknya anak kecil yang minta dibelikan mainan.

Mungkin saat itu, jika kau melihatku, maka kau pun bahkan akan mengiraku seperti orang gila.

Tapi masa-masa itu telah terlewati.

Ternyata, shalawat telah menuntunku pada masa ketenangan. Seperti saat ini.

Saat ini, masa-masa dengan ketenangan ini ingin kujalani dengan tetap menjaga rasa dan setia ini.

Bagiku, tidak mudah memutuskan untuk memutus kesetiaan ini. Seperti awal aku memutuskan memberikan rasa ini untukmu.

Kalau saja kau juga melihat sore ini..tampaknya Tuhan pun memberikan bukti sebuah kasih sayangnya untuk hamba sehina aku. Dia memberikan sore yang amat indah dengan cerahnya tanpa hujan, untuk temani aku saat ini.

Bahkan menjelang senja dan kumandang takbir maghrib, rasanya semakin menambah keindahan di hatiku. Meski saat ini aku tidak bisa bersujud pada-Nya.

Semua goresan ini aku torehkan dengan hati penuh debar. Bahagia rasanya, sebab aku bisa berikhtiar dengan tenang…

Semoga Tuhan pun mengabulkan pintaku..

markaz, 09 Mei 2008   18:29

Mei 10, 2008 at 3:20 am Tinggalkan Komentar

arti kehilangan

as, dulu dengan hanya berbekal rasa yang aku sendiri belum tahu apakah layak aku berharap. yang aku tahu aku hanya bisa berharap pada sebuah kesepakatan di 12 april 2008. pada sebuah sudut pare yang tak pernah ku jamah sebelumnya. pada sebuah persinggahan. waktu pun mengalir meski dengan riak-riak kegalauan.

as, kini pada sebuah sudut, aku telah kehilangan sebuah kesepakatan, sebuah ego telah melunturkan semuanya. pada sudut hatimu yang tak kumengerti.

as, apakah aku perempuan bodoh yang hanya bergantung saja pada sebuah rasa yang menggelayut pada sudut hatiku. ketajaman mulutku memang telah semakin menghancurkan semuanya. aku tahu itu.

tapi as, aku masih ingat betul, kau pernah bilang bisa menerimaku apa adanya. kau pun pernah bilang sekali ya tetaplah ya. tapi kini aku tak mengerti apa maksud semua itu

as, detik ini semua itu telah hilang dan lenyap pada suatu sudut hatimu. tapi tahukah kau bahwa semua itu masih kusimpan rapi pada sebuah almari yang terkunci rapat di jiwaku.

as, kemarin sore dengan bersaksikan hujan yang deras seperti badai yang menyambutku, aku telah berjanji pada diriku dengan sepenuh sadar.

tahukah kau as? kemarin sore aku ber-nadzar pada sebuah penantian. bukankah aku masih layak berharap meski ujungnya aku tak tahu. janji itu sekarang tersimpan pada dua tempat. yakni di sebuah sudut hatiku juga dan di secarik kertas bersama seraut wajah yang kuharapkan.

as, entahlah sampai kapan penantian ini akan berlanjut. maaf, jika banyak waktu telah kau curahkan hanya demi perempuan bodoh sepertiku. mereka bilang aku memang bodoh. sebab aku berharap pada sesuatu yang tak jelas.

tahukah kau as? aku tak peduli kata mereka. sebab tak mudah menghapus apa yang telah tertulis di hatiku. tentangmu sebagai seorang adam yang pernah mengajakku membuat sebuah komitmen dan keputusan untuk pertama kali.

as, aku masih disini, menantimu..sampai kau benar-benar telah pergi.

as, aku masih belum pernah menganggap telah kehilanganmu.

dan malamku belum pernah sunyi. sebab aku masih punya Sang Maha Pemilik Hati dan Rasa serta sebuah tangisan yang masih setia menemani malam-malamku.

Mei 4, 2008 at 5:59 am Tinggalkan Komentar

SEBELUM KITA MENGELUH………..

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak
dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di
jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon
kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan
tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang
menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Maret 25, 2008 at 1:56 pm Tinggalkan Komentar

JADILAH YANG TERBAIK APAPUN PERANNYA

Pagi tadi kuliah perdana salah satu meta kuliah. Tapi banyak yang gak datang. Aq sendiri rasanya malas banget mau kuliah. Tapi akal memaksaku untuk tetap masuk, meski dengan malas-malasan.

Jadi ingat sebuag pepatah,

JADILAH YANG TERBAIK APA PUN PERANNYA

sebagai manusia memang kita seringkali lupa dengan kewajiban yang kita emban. Jangankan anda, aq sebagai penulis pun lebih banyak malasnya daripada rajinnya.

ah, tapi inilah hidup. Banyak yang harus dijalani. Termasuk menjalaninya dengan sungguh-sungguh

oh ya, tadi pagi sempat mampir markas tercinta, ketemu sama mbak triana, jadi ingat deh pernah keceplosan curhat tapi mau gimana lagi?? udah terlanjur he…he…

Oktober 24, 2007 at 1:48 pm Tinggalkan Komentar


 

Mei 2012
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tulisan Terkini

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.